• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

TELOR DADAR ATAU TELOR MATA SAPI

Aku sempat terkaget ketika seorang temanku melontarkan sebuah pertayaan yang membuatku harus menjawab dan memilih salah satu dari pertayaan nya, atau lebih tepatnya sebuah kiasan ketika akhirnya aku tahu, diselang kami kemarin keluar bersama dalam rutinitas vendoring.

” Mas kalau saya boleh tanya, dan kalau harus memilih mau telor dadar atau telor mata sapi “, begitu katanya.

Sebuah pertanyaan yang mengandung unsur relatifisme ( nggak tau unsur apaan tuh ), tapi yang jelas maksudnya relatif, dimana antara dua suguhan yang sama-sama berbahan dasar dari telor sudah tentu mempunyai daya tarik tersendiri tergantung dari kesukaan orang yang akan menikmati, cara dan dalam suasana yang bagaimana pula.

Kulihat sekilas temanku itu mencoba memahami jawaban yang telah aku sampaikan, walaupun dari pertayaannya itu sendiri belum kutangkap penuh apa maksudnya.

” Oke Mas, kalau begitu kita kesampingkan dulu unsur relatifnya, tapi kalau melihat dari rasa akhirnya sudah tentu secara pribadi mungkin Mas akan memilih telor dadar, karena tersaji lengkap dengan bumbunya, serta bahan penyerta yang lain bisa ditambah dengan potongan sosis, mungkin juga dari seafood, kemudian diatasnya dihiasi dengan berbagai macam daun seperti daun bawang, daun seledri yang sudah tentu membuat rasanya lebih nikmat atau lebih punya taste, tapi kalau telor mata sapi aneh dan rasanya belum pernah saya jumpai telor mata sapi dengan potongan sosis atau tambahan seafood, paling banter ditambah dengan potongan daun seledri atau bawang goreng yang ditabur diatasnya “, begitu lanjutnya.

Rasa akhirnya itulah yang kemudian aku mengerti bahwa pertanyaan kiasaan yang disampaikan oleh temanku itu adalah suatu bentuk atas perhatiannya terhadap kondisi bangsa negara ini.

Karena temanku itu berkeyakinan apa yang menimpa nasib bangsa akhir-akhir ini, mulai dari bencana alam, krisis ekonomi, kerakusan manusia pejabat penguasa gila korupsi, dan sebaris masalah sosial lainnya, pada akhirnya nanti akan dapat teratasi seiring dengan berlalunya zaman, bertambah dewasa, mau belajar dari kesalahan, berusaha selalu untuk memperbaiki dan yang penting ikhlas menjalani segala macam rintangan serta cobaan ini, kita selaku penghuni bumi Indonesia ini akan menikmati hasilnya seperti menikmati telor dadar setelah diproses melalui berbagai macam tambahan jenis ramuan bumbu, manis, asin, pedas, kemudian dikocok, agar bumbu atau tambahan campuran jenis makanan yang lainnya merata, diceburkan dalam wajan panas digoyang lagi agar merata dan berbentuk seperti yang diinginkan sang koki, ibarat kondisi yang sedang kita hadapi sekarang ini, tidak seperti telor mata sapi yang hanya sekali memecahkan cangkangnya terus nyebur ke wajan dan menghasilkan bentuk yang sangat menarik dengan kuning emasnya dipusat lingkaran putih telor, tapi tidak untuk rasanya.

Perlu penalaran yang lebih lanjut dengan kiasan yang dilontarkan oleh temanku itu. Tapi paling tidak kiasan itu membuka cakrawala ku bahwa masih ada orang yang optimis menghadapi keadaan bangsa ini, walaupun aku sendiri dan banyak orang nantinya mungkin tidak akan menikmati rasa telor dadar dengan berbagai ramuan itu, tapi mungkin anak cucu nanti.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: