• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

KETIKA TULANG, BUKAN DAGING

Minggu-minggu yang melelahkan memang terasa sudah lewat, suasana sejuk diikuti awan yang setiap pagi menggumpal rata hitam, dari satu kaki langit kekali langit lain, yang membentuk setengah lingkaran telungkup berbentuk topi baja para tentara diatas pulau batam mengantarkan ku ingin berlama-lama ditempat tidur, setelah berkeliap sebentar waktu subuh.

Semilir angin pagi berebutan masuk kekisi jendela kamar yang berventilasi kembang sepatu dan tangkai kembang ros yang menjulang tanpa bunga semakin menambah sojuknya angin pagi ini. Sinar emas penguasa siang pun enggan menyembul seakan tau itu dapat membuat silau dan gerah karena kamar dan rumah yang belum dilengkapi dengan aircon tapi hanya angincepoicepoi.

Kepenatan bercampur kebosanan dengan rutinitas yang kadang sempat terpikir ingin keluar dari kungkungan ini, tapi kenyataan dan realita hidup yang membuat keputusan masih harus berkubang dilumpur yang sebelum berangkatpun dapat tercium hampir sama baunya setiap hari. Kalaupun ada seminggu kemudian balik lagi keposisi awal, entah apa yang salah.

Tak ada variasi yang telah bertahun-tahun aku harapkan, sejak pergantian dari satu bos ke bos yang semakin tak mempunyai daya argu yang bekualitas, semakin menambah semangat dan upaya juangku terkalahkan dengan bisikan setan yang semakin dahsyat mengiang ditelinga untuk mengajak ku kembali menjadi orang yang berminat menarik selimut setinggi leher.

Batam sedikit terlambat untuk turunnya hujan pada tahun ini, dimana kota dan tempat lain telah melimpah wabah air sampai kebanjiran yang meluap kerumah dan perkampungan mereka sejak awal tahun, tapi disini akhir Februari baru mulai gerimis kadang itupun tidak menentu setiap hari, dan terkadang juga tak memandang jam, sekenanya pagi, siang ataupun malam, juga tak memandang berapa lama, kemaren sempat dari subuh sampai menjelang agak siang, sehingga acara mengajak kedua bocah manis ku jalan-jalan sedikit terlambat, walaupun sang kakak seperti biasa tak sabaran karena memang dia yang sudah berpakaian lengkap dibandingakan kami, aku, bundanya dan adiknya.

Akibat dari pergantian musim ini, yang diselingi musim pancaroba dimana memang angin untuk seputaran batam ini sedikit mengencang, sehingga kalau untuk bermain layangan kesukaanku tidak perlu repot mengeluarkan tenaga untuk berlari, atau tidak terlalu perlu untuk meminta bantuan orang lain mengangkat layangan diatas kepala sambil benang diulur sebatas perkiraan layang dapat ditarik untuk menuju peraduan angkasa, hanya sedikit mengulur benang senar ditambah tenaga hembusan angin sudah langsung membuat layang-layang akan melesat secepat pesawat bertenaga jet.

Banyak ditafsirkan orang banyak disaat inilah berbagai macam sumber penyakit bermunculan, mungkin juga penyakit yang menjadi langganan bila muncul musim ini terutama penyakit ” BAPIL ” yaitu Batuk Pilek yang berujung demam, perut kembung, mencret, menularkan virusnya dari satu manusia kemanusia yang lain karena perantara angin yang cukup kencang tadi, apalagi penyakit KANKER yaitu Kantong Kering yang terakhir ini muncul akibat biaya tak terduga untuk pembelian berbagai macam ramuan mandraguna penyembuh penyakit akibat musim ini.

Kesiapan penangkal basah hujan juga menjadi alasan yang tidak dapat terelakkan, karena kering waktu berangkat tidak menjamin akan kering setiba di tempat kerja, selain harus berangkat lebih pagi berburu dan berkejaran dengan awan yang berarak cepat, karena antrian panjang bakal aku jumpai untuk memasuki gerbang kerja, akibat proyek baru yang telah banyak menghabiskan uang itu rupanya berbuah manis untuk kilang ini, setelah cincang cincong melalui pengauditan yang sangat ketat dari siempunya brand.

Akhirnya mereka jadi juga menginveskan milyaran bahkan mungkin trilyunan dalam bentuk barang yang akan diproses dan siap dipasarkan ke penggila perang tarif, yang sudah tentu akan berlimpah keuntungan yang tak terkira, dan berteriaklah si Bang Somat sontak kegirangan dan hampir jatuh dari kursi goyangnya membayangkan berapa persen keuntungan dari limpahan proyek tadi. Mimpi-mimpi sedang dibangun sambil terus menatapi screen gelap latopnya dan menepelkan telepon kosong suara erat ditelinganya yang sedari kemarin sudah membatu.

Layout renovasi sudah dirancang, berikut perlengkapan dan peraturan perundang-udangan segera direvisi dengan alasan pembelokkan bottom sidenya yang sangat gampang sekali tertebak oleh temanku sang pujangga KOO PING HO. Kata perawan tua penghuni kilang ini yang sempat menumpang mobil temanku kemarin mengatakan perihal itu sudah wajar untuk kelas kita, katanya, dan memang sudah banyak kok yang sudah melakukannya sekali lagi katanya yang mendengar dari beberapa kolega yang diluar sono.

Sementara Bang Somat beserta pengikut setianya dengan sigap merancang kebutahan apa yang sekiranya mengena dan bila perlu diada-adakan untuk menunjang beneran para pembakang yang kebanyakan sudah muak dengan sandiwara konyol yang melebihi kerakusan sang serigala gunung salju dari kutub utara sana. Segala peralatan pendeteksi dan pengaman bak pengawalan para teroris terpancang dengan gagah seperti yang sering aku jumpai ketika memasuki suatu bandara atau pelabuhan bertaraf internasional, siap menyambut dan menyalak bagi para penyelip unsur metal kiloan, tapi tidak bagi penyelip yang sudah terbiasa dengan bau busuk sepatu bang Udin.

Pembicangan pagi ini juga banyak yang menyindir ulah si Bang Somat, cerita kesombongan apalagi yang akan diskenariokannya menjelang istirahat nanti, setelah komisi proyek yang lalu mengantarkan sebuah mobil kegarasi rumah untuk istri tercinta. Lihatlah pagi ini dengan gagah ia berdiri sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada sambil tersenyum kecut seolah mimik serius itu mengatakan, mampuslah kalian aku kerjai, emang enak ngantri, makanya siapa suruh jadi bawahan kalau menjadi atasan lebih mengasyikkan dan bisa menjilat pantat sampai licin, kan nggak susah, kenapa pula egoisme atau egosentris, atau egoblok mungkin namanya harus dipertahankan kalau nggak mengenyangkan dan menebalkan kantong yang dipantat.

Sementara para kurcaci setianya sibuk mengatur wara-wiri buruh yang akan melintas melewati gerbang Automatic Garret, sudah lewatpun harus pula dichek menempelkan Garret manual karena si mister tersebut masih menyalak keras,
” Oi kembali, masih ada metal disaku mu “,
sepatu safety berujung besi pun harus dilepas, aneh memang, tapi nggak aneh buat bang Somat yang masih berkacak pinggang, sementara antrian terus memanjang laksana liong yang meliuk waktu dipentaskan kemarin imlek di kelenteng daerah blok Nagoya city, wajahnya senyum tapi bagi kebanyakan yang mengenalnya antara senyum dan tidak nampak sama saja, karena memang bawaan perawakannya sudah begitu.

Mungkin kalau ada Tukul Arwana disini sudah dapat dipastikan dia akan menyalak sambil membiarkan bibir yang seksinya melambai-lambai
” PUAS, PUAS, PUAS “.
Mendingan aku tarik selimut lagi atau mengembara entah ke negeri antah berantah untuk mencari daging bukan tulang seperti yang kudapat selama ini dan juga seperti teman ku si Birong bilang waktu itu dipinggir Harbour Bay ketika dia asyik mengigau dan mencerecau dari pengaruh Black Label dan sotong pangkong kering berkuah cabe.

Batam, 5 Maret 2008

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: