• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

RONDA DI POLESTAR

Perihal ini bukan lagi meronda dalam artian yang biasa saya dengar dalam kebiasaan masyarakat umumnya. Tetapi itulah berita terakhir yang saya terima di akhir minggu ini, sehubungan dengan penutupan yang terbilang mendadak yang dilakukan si empunya.

Persoalaan penutupan itu membuat meradang karyawan yang berbuntut mengenai pesangon. Puluhan karyawan yang masih aktif bekerja secara bergantian berjaga-jaga diperusahaan tersebut. Bukan pula perihal itu dilakukan agar maling-maling tidak mencuri barang-barang perusahaan. Tetapi semata-mata dilakukan untuk menjaga aset, agar tidak keluar dari perusahaan sebelum pokok permasalahan yang sebenarnya selesai dengan ketentuan yang berlaku.

Jadi maksud yang saya tangkap perusahaan itu kini telah disegel dan dikuasai oleh karyawan, yang juga memaksa para petinggi-petinggi expatnya harus nginap diperusahaan, karena beberapa dokument penting mereka ditahan oleh karyawan. Walaupun ada juga yang dengan sendirinya turut membantu penyelesaian untuk masalah ini.

Mungkin sudah hampir kurang lebih 2 bulan terakhir ini saya tidak pernah menginjakkan kaki diperusahaan itu, karena memang tidak ada permasalahan yang membuat saya harus kesana, semuanya berjalan dengan lancar, dan juga tidak ada pekerjaan yang biasa saya lakukan ketika ada model baru, yang memang beberapa pemunculan terakhir juga tidak diberikan ke supplier yang satu ini.

Dengan perombakan management yang diikuti beberapa staf expatriatnya mengundurkan diri, akhirnya terkuak kecurigaan beberapa rekan kerjaku yang biasa berhubungan langsung selama ini, bahwa memang sedang ada permasalahan besar melanda perusahaan yang sempat saya dengar dulu mempunyai nilai sales tertinggi dari tempat saya bekerja.

Berita resmi penutupan itu kami terima percis waktu malam takbiran lebaran haji beberapa hari yang lalu ( 20 Dec ), karena memang kedekatan saya dan beberapa rekan kerja membuat berita itu dengan cepat pula kami terima, layaknya mulai dari CS sampai ke level management akrab dan sudah terbiasa ngobrol baik itu seputaran permasalahan diluar pekerjaan.

Apa yang sebenarnya membuat perusahaan itu merugi dan berakhir dengan penutupan, dari penuturan yang sempat saya dengar, salah satu sebab musababnya adalah akibat kegagalan mereka dalam menjalankan dan memasarkan produk hasil kerja sama dengan salah satu perusahaan yang berdomisili di Eropa, dan sudah tentu beberapa penyebab lainnya yang juga akhirnya membuat mereka jatuh pailit.

Akibat penutupan itu bukan saja berdampak pada karyawan mereka sendiri, tapi juga menimbulkan efek domino seperti yang sekarang perusahaan ditempat saya bekerja rasakan, yang notabene salah satu main customernya. Wajar bila boss saya sendiri ikut-ikutan pusing lantaran memikirkan bagaimana terbengkalainya schedule dan planning yang sudah dikonfirmasi ke customer dan end user. Belum lagi begitu banyak aset perusahaan yang harus diurus, dan sudah terbayang pula banyaknya pekerjaan yang harus kami lakukan nantinya.

Sempat saya mengontak salah satu manager nya orang Indonesia yang satu-satunya bergaji dolar Singapur, hanya sekedar untuk mengobrol, tapi suara serak dan nyaris tak terdengar yang kutangkap diseberang suara handphoneku membuat obrolan itu tak tuntas. Dan dia berjanji akan bercerita dilain waktu.

Kasus yang sedang menimpa perusahaan PMA asal Singapur ini memang bukan satu-satunya kasus yang lagi ngetrend di kota batam. Sebelumnya juga sudah banyak saya dengar baik itu perusahaan PMA dari Amerika, Eropa, Asia seperti Jepang, India, Malaysia bahkan dari negara Singapur yang memang tergolong banyak dikawasan industri dikota batam ini, yang tidak sedikit pula meninggalkan jejak kesengsaraan dan kerugian pada nasib karyawan buruh.

Memang keputusan mengenai pesangon belum tuntas antara pihak perusahaan yang saya baca disalah satu media keburu diamankan oleh pihak kepolisian dengan karyawan yang ngotot bahwa siempunya sudah melarikan diri entah kemana. Tetapi tetaplah harus diselesaikan dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku semana mestinya. Dan bagi rekan-rekan karyawan yang banyak saya kenal agar dapat berlaku dewasa, bertindak dan bermusyawaralah dengan kepala dingin, tunjukkan bahwa bangsa kita bangsa yang beradab dan bermatabat, tidak dipungkiri negara kita memang lagi membutuhkan investor, jangan sampai investor asing jadi alergi yang akan membuat image negatif bagi pekerja kita secara keseluruhan.

Seperti yang teman saya katakan, bisa saja perusahaan lain meminta bantuan aparat kepolisian dalam mengamankan dan menarik aset mereka, tatapi bukannlah cara-cara seperti itu yang harus dilakukan mengingat apa yang telah kalian lakukan dan kuasai akan berdampak kepada hal-hal yang tidak dinginkan. Sudah cukup banyak kasus-kasus terutama dinegara ini yang berakhir bentrok dengan aparat kepolisian.

Memang hak tetap harus dituntut dan dibela, apalagi itu menyangkut urusan kampung tengah, belum lagi masa depan yang belum jelas bagi sebagian karyawan yang hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan tersebut. Tapi sekali lagi kedepankan musyawarah, carilah win-win solution, agar tidak ada yang dirugikan, dan juga harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap penyusupan dari orang-orang maupun oknum yang mau mengeruk keuntungan atas kasus ini.

Tetap berjuang bagi rekan dan temanku di Polestar, semoga sukses.

Batam, 24 Dec 2007 

 

 

Satu Tanggapan

  1. Kadang, mereka harus “dikerasi” Om. Biar kasus Livatech ga’ terulang.

    ” Kadang memang keras perlu bro, tapi kalau masih bisa di musyawarahkan mungkin lebih baik iya nggak “

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: