• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

KEMANAKAH GELAR SEA GAMES

Mencermati prestasi olahraga Indonesia diajang Sea Games 24 yang sedang berlangsung sekarang ini di Nakhon Ratchasima Thailand, rasanya seperti nggak habis pikir kok bisa merosot begitu jauh, tentunya dengan perolehan mendali emas yang diperoleh sebagai parameternya.

Walaupun memang ajang tersebut belum berakhir, posisi Indonesia sekarang berada di urutan ke enam dari 11 negara, paling banter naik keperingkat ke lima atau ke empat itupun dengan catatan kedua negara diatas tidak lagi menambah perolehan mendali secara signifikan.

Jauh sekali dibandingkan dengan dua negara teratas Thailand dan Vietnam, dulu Indonesia sempat merajai sebelum kemudian diambil alih perlahan oleh Thailand begitu juga dengan Vietnam, negara yang dulu sempat hancur akibat perang kini bangkit bahkan melebihi prestasi Indonesia yang semakin terpuruk. Begitu pula negara pulau kecil Singapura semakin menenggelamkan Indonesia dibeberapa cabang olahraga lainnya.

Persaingan yang memang sekarang dihadapi oleh kontingen Indonesia terasa berat mengingat dari negara lainpun juga telah lama berbenah, mempersiapkan diri secara maksimal, mereka tidak mau hanya sekedar jadi negara peserta saja, mulai dari merekrut pelatih berkaliber International sampai berlatih kenegara yang khusus atau yang menjadi andalan dari negara tertentu, bahkan sampai merekrut atlit yang berprestasi kemudian dijadikan sebagai warga negara mereka seperti yang dilakukan Singapura.

Terus apa yang dilakukan Indonesia, mungkin program yang dicanangkan oleh pemerintah dibawah komando Menteri Olahraga dan Komite Olahraga Nasional sudah banyak, trus apanya yang salah kalau kita melihat sekarang begitu merosotnya prestasi olahraga Indonesia.

Temanku kemarin mengatakan begitu kemarin nonton bareng pertandingan Tenis Lapangan antara Indonesia VS Thailand.
” Pembinaan nya kurang mas , mencari bibit atlit yang banyak tersebar dipelosok negeri ini harus banyak mengadakan perlombaan atau pertandingan agar si atlit itu sendiri bisa terekspos belum lagi kalau sudah direkrut kemudian dipemusatan latihan sampai ke soal berlatih keluar negeri, biaya nya kan mahal.”

Ada benarnya juga pendapat temanku itu, lagi-lagi memang dana menjadi kendala klasik, yang mungkin banyak prestasi atlit daerah tapi belum sama sekali tercium dari pusat, mungkin itu pula yang membuat pengurus hanya berkutat sekitar Jakarta dan sekitarnya, kecuali untuk olahraga seperti sepak bola yang memang menjadi gandrungan dipelosok negeri ini.

Selain itu bobroknya kebanyakan pengurus olahraga, kasus yang menimpa ketua umum PSSI sampai sekarang juga belum tuntas, lari dari yang bersangkutan terlibat korupsi atau tidak, tapi setidaknya hal tersebut akan membuat iklim olahraga menjadi tidak sehat, pengurusnya aja kayak gitu, bagaimana atlit mau mencontoh dan berprestasi. Jadi jangan salah kan atlit yang telah berusaha keras jadi berbalik bertindak semasa bodoh.

Memang tidak semua seperti itu, tapi setidaknya kasus yang menimpa ketum PSSI itu seharusnya menjadikan pelajaran buat bangsa ini, tidak semata-mata beban prestasi harus menjadi tanggung jawab si atlit saja, kalau lagi dipakai disanjung, dipuja tapi bagaimana nasib setelah pensiun jadi atlit, kasus yang menimpa petinju Ellyas Pical sampai berjualan narkoba guna menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, tragis sekali dan masih banyak lagi nasib mereka pasca menjadi atlit.

Tunjangan serta bonus sudah selayaknya mereka dapat, berapalah harga dan uang yang dikeluarkan dibandingkan dengan harumnnya nama bangsa, berkibarnya sang saka merah putih, mungkin tak sedikit yang mencucurkan air mata ketika lagu bangsa ini dinyanyikan diajang internasional, harkat dan martbat bangsa turut terangkat. Hanya sebagian kecil saja momen penting dimana lagu kebangsaan dan bendera berkibar, salah satunya ketika seorang atlit mencapai puncak kejayaan meraih mendali emas.

Tak sebanding memang dengan kerjaan yang lagi banyak digandrungi kaum muda sekarang ini, ketimbang jadi atlit masa depan nggak jelas apalagi masalah bayaran, bermodal dengan tampang keren dan cantik, bisa langsung tampil menjadi pemain sinetron, berlenggak lenggok bak artis top, sekali episode langsung bisa membeli rumah, mobil, belum lagi nama yang ikut beken. Hal itu pula yang membuat kebanyakan kaum muda bangsa ini beralih profesi.

Memang masih ada beberapa cabang yang dominan Indonesia, seperti bulutangkis kebetulan untuk cabang yang satu ini sampai saat ini untuk kawasan asia tenggara sepertinya hanya Malaysia saja cukup tangguh, tapi waktu babak semifinal kemarin ternyata Malaysiapun sempat takluk ditangan tim Singapura, jadi mereka akan bertemu Indonesia dibabak final.

Tapi sekali lagi rasanya untuk ajang seperti sea games itu tak cukup hanya mengandalkan olahraga yang memang sudah menjadi andalan, kita harus mulai berbenah untuk cabang olahraga yang lain khususnya dicabang yang banyak menghasilkan mendali, seperti atletik, renang, senam, kalau gelar juara umum ingin kita raih kembali.

” INDONESIA…………………………………………………………..”
” INDONESIA…………………………………………………………..”
” INDONESIA…………………………………………………………..”

Batam, 10 Dec 2007
( Tetap bangga jadi warga negara Indonesia dan supporternya tim Indonesia )

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: