• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

USAHA JASA PENCALO-AN

Kadang maksud hati ingin memberikan kritikan atau semacam masukan yang positif, rupanya tak selama itu pula akan diterima dengan baik. Agak risih kuping ini jika mendengar ada hal-hal yang tidak ditempatkan pada porsi yang semestinya, berangkat dari cara mempublikasikan ke khalayak ramai itulah yang membuat idealisme seseorang tergerak hatinya jika ada ketidak beresan, apalagi itu menyangkut dengan urusan birokrasi dinegeri ini.

Urusan pencalo-an atau pihak ketiga sudah mendarah daging dinegari ini, sudah menjadi trend dengan bertopeng pada usaha jasa yang kebanyakan ilegall sistem, banyak  sekali  manusia  yang menggantungkan hidup dari usaha ini karena memang ” UUD ” ( ujung-ujung duit ) atau pakai ” F ” ( baca fulus ) bukan pakai ” P ” ( baca pikir atau pembelajaran ) yang bermuara pada urusan kampung tengah yang menjadi tolak ukurnya.

Lantas kebanyakan sekarang ini orang latah mengikuti trend tersebut, sekali lagi dengan alasan membantu kesempitan waktu yang dimiliki konsumen, dan juga birokrasi yang bertele-tele. Hanya mengenal atau menjabat sebagai aparat terkecil dari pemerintahan, dijadikan celah untuk memaksimalkan jabatan tersebut agar dapat menghasilkan keuntungan. Akan berbeda bila itu murni bisnis swasta yang keterlibatan aparat negeri ini boleh dibilang tidak ada.

Badan usaha yang notabene berdiri secara legal, dan bertujuan untuk membantu para anggotanya dalam hal keuangan, pun tak luput tergiur akan rayuan manis dari sistem pencalo-an ini. Bagaimana mungkin suatu badan usaha yang diantara salah satu programnya menggiatkan untuk menabung, membantu meminjamkan uang kepada anggotanya, sudah tentu dengan cara yang masih rasional, disisi lain menghalalkan bahkan melakoni sistem pencalo-an yang jelas-jelas menguras keuangan sampai 5 atau 10 kali lipat besarnya.

Yang namanya sistem pencalo-an ini identik dengan kolektifitas, dimana semakin banyak yang mengurus sudah tentu keuntungan yang didapat juga banyak. Oleh karena itu pula siobyeknya tidak perlu terlalu repot dengan data serta dokument yang telah dijadikan acuan untuk pengurusan. Siapa yang menjamin keakuratan data yang dihasilkan sesuai dengan maksud dan keinginan konsumen, nggak mungkin para calo akan mengulang kesalahan yang telah dibuat itu.

Ada tidaknya undang-undang yang mengatur usaha jasa atau pencalo-an ini, tidak serta merta hal ini bisa dijadikan pembenaran, apalagi dalam kontek membantu anggota, akan lebih bermanfaat kalau kita berbicara dalam kontek pembelajaran bagi umat bangsa negeri ini kalau melalui usaha sendiri atau paling tidak pencalo-an ini dikontrol melalui badan yang bersangkutan, dan yang terpenting kita tidak latah ikut-ikutan hanya bermodal sebagai aparat kecil.

Kasian rakyat yang kepengin jujur, walaupun pada hakikatnya jasa yang berhubungan dengan birokrasi negeri ini kadang merupakan modal untuk kebutuhan hidup yang tidak bisa begitu saja dikesampingkan pada diri seseorang. Sekali lagi memang proses pembelajaran ini harus dimulai dari pribadi masing-masing, baik yang memakai jasa, aparat kecil sampai ke aparat besar.

Batam, 29 Nov 2007

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: