• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

ISTILAH NINGGALEK ( ULAR )

Kate kunci berikut ini adalah ‘ninggalek’ atau ‘ninggalek ular’
Istilah ninggalek ( sebagian menyebutnya Ninggalek Ular ) dipakai untuk menyisihkan sebagian makanan bagi
anggota keluarga yg belum sempat menikmati saat makakan itu disajikan. Atau bisa juga sebagai antisipasi barangkali ada tamu
yang datang. Istilah tambahan ular. Ular yang dimaksud tentu bukan ular sungguhan. Ini hanya sebatan untuk sebutan Mr. X, karena belum jelas siapa yg ikut menikmati makanan yg telah disisihkan.

Pesan moral ninggalek menganut prinsip zakat. Artinya di dalam rezeki yg kita makan sesungguhnya terdapat hak orang lain. Bisa orang lain yg dimaksud adalah anggota keluarga sendiri atau bisa pula orang lain diluar anggota keluarga. Oleh sebab itu, maka makanan dalam ‘status’ ninggalek tidak boleh diambilkan dari makanan sisa dan dan pantang pula dimakan oleh anggota yang sudah menikmati makanan tersebut sebelumnya. Pesan moral kedua, ninggalek mengajarkan agar jangan tamak/serakah.

Dan dalam kontek yg diperluas, prinsip ninggalek sangat relevan bila diterapkan dalam sistem pengelolaan sumber daya alam. Dalam hal ini hutan dan sungai. Rusaknya daerah serapan air, gundulnya hutan, rusaknya ekosistem dan habitat flora dan fauna adalah korban keserakahan para perambah hutan, baik oleh kegiatan penebangan liar maupun pembukaan areal penambangan.

Turut prihatin mendengar kabar bahwa kayu Blengeran dan Nyato mulai langka di Belitong. Kemana jenis kayu kayan Belitong yang cukup bergengsi ini ‘larinya’ ?. Mengapa istilah ninggalek tidak dipakai dalam tebang pilih ?
Disisi lain, sungai yang dulu jernih kini mulai tercemar. Permukaan bumi yang hijau merata berubah menjadi putih ‘kepo’ berlubang-lubang. Kali ini prinsip ‘ninggalek’ tak nampak dalam kegiatan ‘ngupak kulit’.
Sepertinya rezeki dari hutan rimba dan sungai hanya untuk dihabiskan ‘sekali bas’ .

Tak terbayangkan bagaimana kecewanya ‘sang ular’ atau Mr. X dari generasi berikut bila mendapati kenyataan pahit seperti ini. Jemang, Samak, Pelawan hanya bisa dilihat daunnya saja dikeringkan dalam Herbarium. Pelilek’an dan Pelandok yang tersisa hanya yang sudah diawetkan sebagai penghias ruang tamu.

Berkaitan dengan fenomena ini, kearifan lokal dalam kata kunci Ninggalek mengandung arti : meneruskan, melestarikan dan mewariskan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi berikut. Kebaikan bagi siapapun untuk hari ini dan kemudian hari.

By : Sudharmayudha ( Belitong ML )

Batam, 28 Nov 2007
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: