• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

BELITUNG I AM COMING HOME (Lebaran 2007 )

Akhirnya sampai juga niat ku untuk berlebaran tahun ini di kampong halaman tercinta Pulau Belitung setelah lima tahun percisnya tidak pulang kampong, lejuk yang tak tertahankan begitu dengan selamat menginjakkan kaki di bandara buluh tumbang setelah menempuh perjalan 1 jam lebih via pesawat Batavia Air, setelah sehari sebelumnya ( 8/10/2007 ) beranjuk di Jakarta dari Batam dengan pesawat Air Asia dan nginap di Hotel Bandara Transit ( Rp 200.000 + transport antar jemput ).

Dana yang diperlukan untuk pulang kampong kali ini memang cukup fantastic mengingat yang aku bawa saat ini dengan istri dan 2 orang anak walaupun yang kecil masih terhitung infant ticket, tapi nggak apalah yang penting balik kampong tang sebile agik ken nak balik mawak anak istri, lum tentu 2-3 tahun kedepan., Tapi se amun ade rejeki InsyaAllah………………………….

Ndak banyak perubahan yang aku liat dan rasekan setelah sampainya di belitong, masih belum terlalu signifikan perubahan yang dilakukan, lambat bana kalau di compare dengan misalnya pulang Batam yang terbilang pulau yang masih sangat muda tapi untuk masalah perkembangan sangat maju dan pesat sekali, mungkin Batam yang letaknya memang strategis bertetangga dengan Singapore dan Malaysia.

Bekas kantor pusat timah ditengah pasar memang sekarang dan waktu aku pulang tahun 2002 memang sudah jadi pusat perbelanjaan BARATA, dan bekas gedung exs bioskop Garuda sudah menjadi pusat perbelanjaan PUNCAK, dan demikian pula sederetan jalan Sriwijaya sampai kampong ujung paal satu banyak berdiri semacam ruko yang masih terlihat kosong kemajuan yang hanya bersifat bangunan fisk aku rase yang tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat dibanding pembangunan ekonomi yang sangat dibutuhkan sekali oleh masyarkat seperti lapangan kerja, yang adepun aku liat dan dengar perkebunan kelapa sawit yang banyak menimbulkan permasalahan disana sini, belum pembukaan café illegal yang banyak mengundang mudarat dan maksiat atau biase disebut café semak oleh biak2 belitong hanya menambah untong urang2 tertentu saja bukan perekonomian masyarakat secara keselurahan bahkan menambahkan masalah baru yang cukup complex, angka keributan , keretakan bahkan sampai perceraian pasangan urang nok bebiakan menuju perkawinan sampai pasangan suami istri yang diikat dengan perkawinan dan surat nikah yang sah pula tak luput dari pengaruh café semak ini plus ulah dari kacang bogor yang aku dengar dan sempat liat beberapa gelintir memang membuat buta para lelaki pencari lahan dan pengolah ladang setumpuk,

Amun Tanjung pendam la ade tempat permainan untuk anak2, lumayan jua anak ku ade hiburan dan hampir tiap hari nak ketanjong pendam, dan sekarang la pakai ticket masuk perkepala dewasa Rp 500, biak kecik ndak diitong, ade perusoton, jungkat jungkit, kan ayunan cukup kreatif untuk ukoran sekaliber wisata local belitong, jadi perusotan to dibuat bentuk binatang, ade kura2, ikan hiu, kana ade jua bentuk dinosaurus, jadi amun nak naik keatas dari belakang tepat nye dari jubornye udah itu baru merusot ke tanah, Amun pantai memang agak sedikit kutor karena memang cuacenye agik ndak karuan ujan angin sampailah diujung tempat TNI AL nok teliat cuma banyak urang bebiakan.

Ngarak kelebaran pas malam tekeber, banyak segile biak2 nok kecit sampai la ke gede main perecun kan kembang api sempat bejalan ke rumah kakak kamek dekat SMP 2 sejalan2 nan nambun benar nok main perecunan, tekejut jua sempat kamek.

Suasana lebaran hampir samelah macam zamam kecil, tapi yang agak sedikit berbeda karena Nyai ku sudah meninggal jadi saudara yang berkunjung memang berkurang, maklumlah Nyai ku memang tertua dari saudara atau keluarga kakekku, jadi untuk lebaran pertama biasanya keluarga kami ndak sempat untuk keluar rumah.
Kusempatkan melayat kekuburan nyai dengan umak kan ayah beserta anak istriku, kupanjatkan do’a agar beliau dapat ditempatka disisiNya dengan layak dan benar2 segala amal ibadah yang telah beliau jalankan dapat menjadikan beliau ditempatkan di tempat yang mulia, amiinnn.

Lebaran kedua baru sempat jalan kesanak family, tempak Mak Ni ( kakak Umak ) tempat Pak busu ( Adek Umak ) yang memang berada agak sedikit jauh dari arena keluarga besar kami yang berdomisisli sebagian besar di kampong parit.
Lumayan Nadin dapat angpau untuk beli tasnye kate die., lebaran kedua ketige ndak gila begerak karena memang cuaca kurang bersahabat, ade Jali sahabat lama kan anak kan bininye kerumah, kawan barik SMP jua kan Ipen sempat ngelakar sampi jam 1 dini hari, hari kamis baru ngayau ngerate ketempat wisata mulai dari pendaunan, ini tempat wisata agak sedikti dekat dengan Tanjung Tinggi, tempat ini lebih cocok sebagai wisata kuliner seafood, karena memang disitu tempat banyak menjual ikan2 bakar , gangan, cumi udang dan banyak lain agiknye, sempat peranakan kan anak buah mandi di tempat ini, makan sampai ditutup makan rujak sebelum kami melanjutkan ke pantai Tanjung Tinggi, suasana yang lebih ramai kami temukan ditempat ini, karena memang tempat ini lebih eksotic dibandingkan tempat pertama pendaunan, di sajikan dengan bebatuan granit yang terbentuk olahan alam menambah kesan yang dulu pernah akau rasakan sewaktu sering berkemah menjadikan kelejukan terhadap pulau ku tercinta sedikit terobati, pantai pasir yang putih berkilau, air laut hijau kebiruan ndak kan dapat diungkapkan karya agung Yang Maha Kuasa ini dengan hanya jepretan photo untuk sekelumit tanpa menyatukan semuanye, aik lautnye, pasirnye, batuannye, pohon kelapanye sampai penghuni isi laut serta ranggas2 pohon kering untuk mengintip sunset dicelah sore hari, ruarrrrrrrrrrrrrrr biase. Kemudian perjalan kami lanjutkan ke pantai tanjong kelayang ketepatan kan lumbe perahu layer seluruh dunia, tepatnye acara ” INDONESIA SAIL “, banyak bule mampir ketempat ini, wisatawan local juga nggak ketinggalan, biak2 kecik mungkin masyarakat sekitar banyak nok nginterek bule2 bejalan, muje ndak isak ngeliat atau jarang ngeliat bule jadi agak hiran kalunye sikit kimacam kame kecik bariknye. Ade pula kesenian campak yang ditampilkan diacara itu, ndak banyak nok dapat teliat muje hari la sure, dengan tidak ketinggalan batu kepala burong maskotnye tanjong kelayang sempat jadi sasaran bidik kamera digital ku walaupun hasilnye kurang begitu bagus. Tempat persinggahan terakhir dari rute perjalan kamek sure kamis ( 18/10/2007 ) itu yalah mampir ketempat wisata bukit berahu agak kedalam sikit daerah tanjong binga, sempat mendengar dari biak kan kawan disine ade kolam renang dan cottage tempat wisatawan beranjuk, hanya disitu aku lihat kekurangan jalan ketempat tersebut kurang menunjang jadi untuk urang yang memang belum tahu betul mungkin akan kesulitan menemukannya kalau malu bertanya, view kealam terbuka bahkan pulau2 kecik serta sunset lebih menarik para landscaper untuk membidikkan kamera kalau berani untuk mencobanya.

Tibalah hari sabtu setelah sebelumnya hari jum’at diguyur ujan jadi ndak sempat kemane2 jua kami akan balik lagi kebatam, dengan sebuntil ule2 juga masih melalui jalur via Jakarta namun untuk sekali ini ndak beranjuk jadi masa menunggu kami lewatkan di bandara saja.
Kurang lebih 5:30 sampai dirumah batam Alhamdulillah sampai dengan selamat, kerinduan kelejukan kan belitong ndak tau ” Sebile agik kan balik ”

Batam,
24 Oktober 2007

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: