• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

LIBURAN 2005

Berlibur memang mengasyikkan, apalagi menjelang tahun baru pergi bersama-sama anggota keluarga, melepaskan kepenatan, refreshing menghilangkan kesuntukan dan stres yang melanda kehidupan sehari-hari.

Suasana liburan untuk para kaum berduit, pergi keluar negeri memang nggak asing lagi bagi mereka, apalagi itu memang sudah seperti terjadwal dengan baik, karena memang mempunyai kelebihan uang.

Seperti ketika kemarin saya berada di pelabuhan internasional Batam Center, suasana tidak seperti biasanya, begitu ramai, sampai-sampai diarea lobby agak sedikit susah berjalan, nggak seperti hari-hari biasa sebelum peak season tahun ini.

Ketika mau check-in sempat terdengar orang disebelah ku sambil memegang beberapa tumpuk paspor menanyakan tempat pembayaran viskal, waduh enaknya liburan ke Singapura, Batam memang tempat yang tepat kalau mau menyebrang ke sana, baik itu yang dari luar Batam sendiri.

Aku dengar bahkan sederetan tumpukan paspor itu ada yang dari Tenggerang, Bekasi. coba kalau mereka melalui jalur udara, sudah tentu paling tidak akan mengeluarkan minimal satu juta rupiah, sedangkan kalau melalui laut hanya mngeluarkan ongkos viskal lima ratus ribu rupiah, itupun tidak akan seharga demikian kalau bertemu dengan calo yang baik.

Memang dari segi ongkos kalau untuk sekedar berlibur ke negara seperti Singapura, Malaysia akan lebih hemat melalui jalur laut. Banyak sekali orang pada hari kemarin. Hampir semua agen penjualan jasa kapal ferry penyebrangan ke Singapura dipadati turist dari luar Batam, seperti Jakarta, Bekasi, Tenggerang, Surabaya, dan banyak lagi mungkin yang lain.

Begitu juga suasana dalam kapal ferry sendiri, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan sampai orang tua, apakah mereka yang masih sekolah sudah dimulai hari liburannya, mungkin belum kali ya. Soalnya tadi sebelum aku berangkat kerja masih kulihat anak-anak SMP menuju ketempat sekolahan mereka, aku pikir memang belum liburan.

Terdengar dari obrolan mereka, aku memang pertama-tama agak sedikit tidak percaya, terlihat dari raut muka sudah bisa dipastikan mereka warga Indonesia keturunan Tiongha, tapi kok logat bahasanya seperti orang Jawa kebanyakan, akhirnya baru kuketahui bahwa mereka adalah turist dari Surabaya, memang sedikit asing bagi telingaku yang jarang mendengar logat mereka agak senyum tersipu, karena kebanyakan warga keturunan Tiongha di Batam ini masih banyak yang menggunakan bahasa keturunan mereka.

Sedikit bangga menghinggapi perasaan ini, bagai mana tidak sepanjang hampir satu jam sepuluh menit, tidaksatu katapun aku dengar bahasa keturunan mereka yang digunakan, apakah mereka bisa atau tidak, tapi aku memang benar sempat tersenyum sendiri.

Sempat aku mengobrol beberapa hari yang lalu dengan salah seorang Toke tempat testing mould di Singapura, bahwa tahun ini dia berencana berliburan ke Thailand, kedaerah pantai Phuket, asyik memang mendengar cerita mereka, yang bukan hanya sekali ini saja mereka berlibur kesana, tapi untuk kesekian kalinya. Bahkan sepulangya aku kemarin , warga asing dari Korea menyerang pulau ini untuk berlibur.

Tapi menghubungkan dengan perihal sebelumnya, memang menibulkan pertanyaan dalam benak hatiku, orang-orang Singapura sendiri pergi belibur kenergara lain, sedangkan warga kita sendiri asyik masuk berlibur kenagara itu. Sebenarnya menurut hematku nggak ada tempat yang mengasyikkan berlibur bersama keluarga dinegara itu, bolehlah kalau hanya untuk pergi balik hari.

Nggak aku pungkiri memang negara kita kalau mau dibandingkan dengan mereka, sepertinya lebih cocok kalau menjadi alternative pilihan untuk liburan, begitu banyak pilihan suasana, hampir semua daerah memiliki itu. Tapi memang dari segi transportasi belum memadai untuk menjangkauinya.

Seperti didaerah asalku, pulau Belitung suasana pantai masih menang kalau dibandingkan dengan Batam sendiri, pasir pantai yang bewarna putih kemilau sepanjang hampir digaris pantai mengelilingi, dan masih banyak sekali suasana lain dengan corak dan beragam keasliannya.

Tapi apaguna semua itu, kalau tidak ada upaya dari pemerintah setempat kalau tidak ada fasilitas yang mendukung seperti transportasi yang memadai, seperti yang pernah dilontarkan dalam ajang diskusi beberapa rekan ML Belitung.

Mungkin sudah dijalankan tapi belum semaksimal mungkin, dapat kubanyakan kalau daerah asalku didatangi bejibun orang seperti terlihat di suasana loby Batam Center Sea Port kemarin, lapangan pekerjaann terbuka luas bagi masyarakat setempat, pendapatan pemerintah juga menambah dan aku sendiri bahkan akan bertanya apakah aku masih akan atau masih di Batam sampai saat ini……………………..?

Batam,
28 Desember 2005.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: