• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

SERVICE DI NEGARAKU

Malu rasanya untuk menceritakan aib keburukan bangsa ini, apalagi kejadian yang barusan aku alami di depan orang-orang berbangsa lain, percis tak lama sepulangnya saya beberapa hari yang lalu dari tugas keluar dari negeri tetangga Singapura, biasa menjalankan rutinitas kerjaan, begitu akan melaporkan barang sample bawaanku, petugas penjaga scanner langsung menanyaiku dengan nada yang menyebalkan, nggak ada sama sekali tersirat sifat keramah tamahan yang selalu dibangga-banggakan oleh bangsa ini.

Padahal niat baik ku sebelumnya memang akan melaporkan tentang kepabeaian ini, yang itung itung membantu nasib bangsa ini yang lagi dilanda kekurangan dana untuk pembangunan, walaupun sebenarnya jika diuangkan tak seberapalah. Tapi kenyataannya ketika aku memasuki ruang kantor para cecunguk itu, lagi-lagi aku mendapati service yang sama sekali nggak memuaskan, sangat berbeda dengan pelayanan yang aku dapati di negara Singapura sendiri kalau mengurusi masalah kepabeaian ini. Jangankan untuk prihal yang sejauh itu, ketika aku menaiki Taxi, acapkali aku menemui supir-supir disana sangat memuaskan bagi aku sendiri sebagai penumpang, pernah ketika aku menyodorkan uang limapuluh dolar untuk ongkos dan mereka tidak ada uang kembalian, mereka dengan sopan dan berusaha mencari tukaran, bukan malahan kita yang mencari tukaran seperti kebanyakan disini.

Seorang wanita, kalau kulihat dari dandanannya mungkin sudah ibu-ibu, tengah asyik berdandan dan ber-sms ketika aku memasuki ruangan neraka itu.
” bawa barang apa, kau ”
” kenapa ini belum di cop dan ditanda tangani oleh kepala hanggar “, dengan mimik dan nada yang ketus jelas sekali kulihat dari raut mukanya, yang nggak jauh berbeda dengan LONTONG yang nggak dapat pelanggan.
” Saya datang dan masuk kesini untuk melaporkan perihal ini, bu”, begitu surat-surat yang telah kulengakapi kusodorkan didepan mereka, berharap akan cepat segera diproces kucoba untuk bersikap sabar dan tetap santun didepan para petugas itu, yang mana mereka seharusnya lebih sopan dalam melayani masalah ini, tapi entahlah kok bisa orang-orang seperti mereka itu diterima dan bekerja disitu, melayani kepentingan umum lagi, nggak habis pikir aku.

Tak lama berselang ada juga yang masuk keruangan itu, tapi kenapa mereka dengan cepat tanpa diproces melalui surat resmi, langsung bisa keluar dari ruangan neraka jahanam ini, oh dari PT. Satnusa rupanya, tak heran lah bagiku dan mungkin juga tak asing lagi bagi warga dan karyawan yang bekerja di kawasan industri dikota ini.

” Jadi bagaimana ini bu “, tiga orang yang ada disitu semuanya berlagak jaim, padahal ketika aku membuka pintu dan memasuki ruangan, beberapa lembar uang dua puluh ribuan tergeletak diatas meja yang memang sudah disediakan mereka, dengan sigap langsung diraup seperti orang yang lagi menang taruhan diatas meja judi. Lagi-lagi geleng kepala yang aku bisa.
” Ya kau cop sendirlah, kau yang punya document, ”
” Kok, saya yang cop, bu saya nggak tau mana cop ya, lagian kan ini tugas disini bu, kami kan hanya melaporkan.”
” Kau baru sekali ini ya, kok nggak tau”, begitu sangat ketusnya.

Lagian memang bukan masalah baru atau sudah sering melaporkan perihal kepabeaian, tapi itu memang bukan masalah dan tanggung jawab kita sebagai consumen, melainkan tugas mereka, dari pada duduk nggak karuan, menghabiskan rokok, menbaca koran, berdandan, ber sms, entah apalagi aktifitas yang kadang memang menyalahi aturan.
Sampai kira-kira setengah jam baru selesai untuk masalah yang sekecil ini, aku menoleh kebelakang ternyata Boss ku sudah percis berada di belakang .
” Kenapa lama sekali, ada masalah kah “, dengan logat Indonesianya dia mencoba untuk menanyakan dan membantu.
” Oh sudah selesai “, aku beri jawaban yang sekiranya dapat menutupi kekurangan dan kebobrokan petugas bangsa ini.

Malu rasanya, beginikah petugas umum yang melayani kepentingan umum bertingkah laku, oh bangsaku sampai kapan orang-orang seperti itu berada dan mengelola bangsa ini, ingin rasanya kulontarkan kata-kata makian agar mereka sadar bahwa bangsa ini bobrok oleh karena segelintir permasalahan yang seharusnya tidak perlu di panjang lebarkan.

Batam,
12, Desember 2005

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: