• Berkas

  • Kategori

  • Foto Collection

    JERAPA BESI

    BLUE & WHITE

    SMILE

    BATMAN IN THE WATER

    BMW F1 Singapore

    Lebih Banyak Foto

“ LOVE YOUR JOB, BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY “

Perkara ungkapan di atas pernah membuat rekan kerjaku sedikit mengargumentku dengan nada kesal. Wajar kalau mendengar apa yang menjadi prinsip kerjanya.
” Bagaimana seseorang dapat bekerja dengan baik atau dapat mencintai pekerjaannya kalau tempat dimana dia bekerja sudah tidak bisa ia cintai. Artinya apa, seseorang dapat bekerja dengan baik karena salah satu faktor pendukungnya yaitu harus mencintai tempatnya bekerja, ” begitu kala itu ia berujar padaku.

Tidak salah seratus persen, karena itu jelas pendapatnya yang harus sangat aku hargai. Yang jelas tidak tahu percis entah kapan kata-kata itu begitu mengena dan pas bagiku setelah beberapa tahun aku mengalami dan bergelut di kubangan dunia kerjaku sekarang.

Entah apa namanya, kesadaran atau baruku mengerti disela-sela sharing kami dulu, aku menangkap ada semacam dorongan rasa ambisi darinya untuk mengejar target yang ingin diraihnya, jelas sebagai kawan bukan sebagai teman aku dapat mengerti dan pasti mendukung untuk dapat mencapai kearah yang positif itu.

Tak heran waktu libur hari Sabtu atau beberapa kali hari Minggu ia lewati untuk ke perusahaan, tidak cukupkah setelah dapat pemasukan dari dua lubang kanan dan kiri, sedangkan aku sendiri kadang-kadang waktu libur banyak dirumah, karena hanya disaat itu aku bisa bercengkrama dengan anakku, tidakkah rasa ingin bersama atau sekedar bermain ” ciluk ba ” dengan buah hati disaat masa umurnya sedang lucu-lucunya, kembali itu semua berpulang kepada individu masing-masing.

Hidup di negara seperti Singapore seperti seorang temanku alami, harus pandai-pandai katanya, karena kalau dipikir satu lubang pemasukan pasti tidak akan cukup, kalau kebutuhan melebihi dari pemasukan.

Kemarin aku mendengar masalah UMK yang sampai saat ini belum juga ditemukan titik terang antara pekerja dan pengusaha sehingga deadlock dan diserahkan ke tangan Gubernur yang baru saja terpilih. Ada seorang pengusaha yang mencoba untuk mengerti keadaan dari pekerja dan bersedia untuk memberi upah sesuai dengan KHL, malah didemo dan diancam oleh pihak yang tidak mau terusik laba keuntungannya.

Tidak jauh apa yang aku alami sekarang, perusahaan yang sebegini besar, hampir diseluruh belahan dunia mempunyai cabang, jangankan untuk meminta kenaikan berbagai macam tunjangan, minta fasilitas untuk kepentingan perusahaan sendiri harus berbusa mulut ini rasanya, sampai kapan itu berlangsung aku sendiri nggak tau, tapi cukup tau bagiku, cukup tau.

Bukan rasa pengirian yang aku besarkan, tapi jelas berbagai macam caracter orang-orang busuk terlihat diperusahaan ini, sibuk mengurus proyek sampingan, nggak masuk tapi punchcardnya tertera masuk, datang keperusahaan lalu hilang entah kemana sampai sore hari ketika jam pulang baru kembali. Sedangkan yang benar-benar bekerja hanya ucapan terima kasih yang didapat, kemana bonus yang pernah dijanjikan sewaktu interview pertama masuk dulu, Belum lagi tetek bengek masalah sepele yang harus diperpanjang lebarkan,

Rasanya hanya prinsip ” take and give ” yang harus kucanangkan untuk perusahaan yang sangat memperhitungkan segala sesuatunya dengan kepentingan pribadi bukan kepentingan perusahaan sendiri. Kenyataan itulah memang benar nyata, tanpa mengurangi rasa syukur ku ke haribaan Yang Maha Kuasa, karena masih diberikan pekerjaan tetap, aku terus mencoba untuk mencari yang terbaik sampai nanti kutemukan.

Batam
03 December 2005.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: